Showing posts with label SEJARAH. Show all posts
Showing posts with label SEJARAH. Show all posts

SERANGAN UMUM 1 MARET 1949, SESKOAD

Title/Judul: Serangan Umum 1 Maret 1949
Writer/Penulis: Seskoad
Publisher/Penerbit:Depdiknas
Edition/Edisi: 1991
Pages/Hal: 425
Dimension/Dimensi: 24 x 15 x 2.5cm
Cover/Sampul: Hardcover
Language/Bahasa: Indonesia
CategoryKategori: For Rent/ For Sale
Price/Harga: Rp. 95.000,-
Call No.: 890/Ses/s/C.1
Status: Available

***

Perjuangan bangsa Indonesia yang berkobar di mana-mana di seluruh wilayah tanah air merupakan bukti dari tekad bangsa kita untuk mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Perjuangan tadi juga mencerminkan pelaksanaan Perang Rakyat Semesta yang memadukan segala kekuatan nasional. Kekuatan bangsa kita yang paling dasyhat adalah keyakinan akan kebenaran dan kemenangan perjuangan, kesetiaan terhadap cita-cita kemerdekaan, persatuan serta sikap tidak kenal menyerah.

Salah satu bukti dari keterpaduan perjuangan itu ialah serangan umum 1 Maret 1949 terhadap kota Yogyakarta. Serangan oleh Tentara Nasional Indonesia dan didukung oleh rakyat ini, dilakukan dengan memadukan segenap kekuatan-baik kekuatan militer maupun politik, ekonomi dan psikologi-guna mendukung dan memperkuat perjuangan politik dan forum internasional.

UNTUNG SURAPATI, Dedy Armand

Title:Untung Surapati
Writer: Dedy Armand
Publisher: Garuda Metropolitan Press
Edition: 1983
Pages: 34
Dimension:21 x 15 x 0.1cm
Cover:Paperback
Language: Indonesia
Category: For Rent/ For Sale
Price: Rp. 25.000,-
Call No.: 890/Arm/u/C.1
Status: Available

***

Sejak bocah tersebut tinggal bersama keluarganya, Mor merasakan perubahan dalam kehidupannya. Kariernya semakin menanjak. Usaha dagangnya semakin maju. Mor yakin, bahwa bocah itulah yang membawa keberuntungan baginya. Karena itu si bocah dia beri nama Untung. Dan Untung diangkat anak oleh keluarga Mor. Untung semakin disayangi. Akan tetapi, dia tetap rajin dan rendah hati. Dia hormat pada siapa saja yang lebih tua.

Tahun demi tahun berlalu. Untung sudah berubah menjadi seorang remaja yang tampan. Sifat-sifatnya tetap tidak berubah. Karena itu, dia disenangi dalam pergaulan. Kepercayaan keluarga Mor kepadanya semakin bertambah. Untung diserahi tugas membantu usaha dagang Mor. Hasil pekerjaannya selalu memuaskan. Dia gesit, rajin dan jujur. Mor semakin mempercayai dan menyayanginya. Seharusnya Untung berbahagia dengan kehidupan yang demikian. Tapi, dalam tubuhnya, mengalir darah kepahlawanan.

Kehidupan yang menyenangkan itu, tidak membahagiakannya. Pada suatu siang, Untung menyaksikan peristiwa yang menggoncang perasaannya. Dia melihat seorang pribumi disiksa dengan kejam oleh kompeni. Padahal kesalahan orang itu sepele. Hati Untung merasa teriris oleh perlakuan yang sangat tidak adil tersebut. Saat itu, baru dia menyadari arti perbedaan warna kulit. Dia mulai mengerti arti penjajahan. Kesadaran itu membuat hatinya mulai gelisah.

SESUDAH PERANG: ASIA, Pustaka Time-Life [Ed.]

Title: Sesudah Perang: Asia
Writer: Pustaka Time-Life
Publisher: Tira Pustaka Jakarta. Time Inc
Edition: 1986
Pages: 207
Dimension: 23,5x 29 x 2cm
Cover: Hardcover
Language: Indonesia
Category: For Rent/ For Sale
Price:Rp. 100.000,-
Call No.: 890/Tim/s/C.1
Status: Available

***

Penjajah di mana-mana tidak melihat adanya tekad yang tertanam kuat dalam diri bangsa-bangsa Asia untuk memperoleh kemerdekaannya. Meskipun orang jepang sering bertindak kejam terhadap sesama bangsa Asia, propaganda Jepang--Asia untuk orang Asia-- telah meresap dalam hati mereka. Kendatipun orang Asia lainnya telah menderita akibat ekspansionisme Jepang, banyak yang mengagumi bangsa Jepang karena bangsa itu telah berhasil menjadikan dirinya suatu bangsa yang cukup kuat untuk menantang Barat dengan berani. Kekuatan Asia yang digunakan Jepang telah mengungkapkan kelemahan negara-negara Barat; orang Asia telah mengusir orang Barat dari daerah jajahannya, satu demi satu, dan telah menjadikan mereka terhina dan kalah. Akhirnya, walaupun ada keuntungan luar biasa di bidang teknologi, termasuk pengangkutan dan sanitasi modern yang diperkenalkan oleh orang Eropa kepada orang Asia, bangsa Asia tetap merasa benci terhadap ketamakan penjajah kulit putih dan caranya yang mengagung-agungkan dirinya dalam menggunakan kekuasaan serta sikapnya yang menganggap bangsa mereka lebih unggul. Apa yang paling mengecewakan bangsa Asia adalah penolakan penjajah untuk mengakui gerakan sah mereka untuk mendapatkan kemerdekaan politik dan ekonomi.

Bangsa-bangsa terjajah itu tidak lama lagi menuntut haknya. Pada musim gugur tahun 1945 timbullah suatu gerakan kemerdekaan yang kuat di Birma jajahan Inggris; nasionalisme memaksa orang Inggris untuk mempercepat kepergian mereka dari anak benua India dan Srilanka; Indonesia dicabik-cabik oleh perang melawan Belanda; para pemimpin Vietnam di Indocina dengan sangat gigih menentang kekuasaan Perancis; dan Amerika, yang hanya merupakan anggota setengah-setengah dari kelompok penjajah, bersiap-siap melepaskan seluruh haknya atas Kepulauan Filipina dengan rela.

PERJALANAN BUNG KARNO, Yayasan Multatuli

Title: Perjalanan Bung Karno
Writer: Yayasan Multatuli
Publisher: Yayasan Multatuli Bogor
Edition: 1978
Pages: 126
Dimension: 14,5x 21.5 x 0.5cm
Cover: Paperback
Language: Indonesia
Category: For Rent/ For Sale
Price: Rp. 150.000,-
Call No.: 890/Mul/p/C.1
Status: Available

***

Mengenal Sejarah bangsa dan tanah airnya adalah suatu kewajiban mulia bagi setiap orang. Kita mengetahui bahwa pada akhir-akhir ini halaman sejarah Indonesia telah dihias dengan pelbagai peristiwa penting. Salah satu dari peristiwa-peristiwa itu adalah kunjungan persahabatan Presiden Sukarno beserta rombongannya ke Sovjet Uni dan berbagai negara lainnya.

Kunjungan ini, yang telah berhasil meletakkan dasar-dasar persahabatan murni antara rakyat Indonesia dan rakyat Sovjet Uni, sangat menarik perhatian umum tidak hanya didalam negeri tetapi juga diluar negeri. Maka sudah sewajarnyalah bagi setiap putra Indonesia untuk memiliki petikan-petikan sejarah ini.

Dan untuk memenuhi keinginan itu, kami persembahkan buku ini kepada masyarakat Indonesia. Kami mempunyai harapan bahwa penerbitan kami ini akan dapat membantu memperkaya pengetahuan setiap orang dalam mengenal sejarah bangsa dan tanah air.

KLANDESTEIN DI CHILE, Gabriel Garcia Marquez

Title: Klandestin di Chile
Writer: Gabriel Garcia Marquez
Publisher: Yayasan Aku Baca
Edition: 1986
Pages: 174
Dimension: 20,5x 14x 1cm
Cover: Softcover
Language: Indonesia
Category: For Rent/ For Sale
Price: Rp. 39.000,-
Call No.: 890/Gar/K/C.1
Status: Available

***

PETUALANGAN MIGUEL LITTIN
KLANDESTIN DI CHILE

Miguel littin, warga negara chile yang dilarang pulang ke negerinya oleh pemerintahan Pinochet, masuk dengan cara menyamar selama enam minggu. Ia menyutradarai dengan perantaraan orang lain dan hadir di tengah-tengah pengambilan gambar sebagai orang yang tidak dikenal. Ia mengolok-olokpemerintahan diktator dan menempelkan "buntut keledai" kepada kekuasaan yang menekan negerinya dalam bentuk rekaman film sepanjang lebih dari 100.000kaki.

Setelah petualangannya itu, ia berjumpa dengan Gabriel Garcia Marquez, penulis kolumbia peraih hadiah Nobel sastra tahun 1982. Pertemuan mereka melahirkan sebuah buku berjudul La Aventura de Miguel Littin Clandestine de Chile (Petualangan Miguel Littin Klandestin di Chile) yang ditulis berdasarkan wawancara intens selama 18 jam.
"Ketika ia (Marguez) menunjukkan manuskrip tersebut," katanya, "Saya serta merta merasa takut. Narasinya sama kasar dan sama spontannya dengan apa yang saya sampaikan dalam percakapan kami."

Bersamaan dengan beredarnya film dokumenter Littin pemerintahan Pinochet membakar 12.000 eksemplar buku tersebut begitu tiba di pelabuhan Chile.

LITTLE INNOCENTS, Alan Pryce-Jones

Judul/Title: Little Innocents
Penulis/Writer: Alan Priyce-Jones
Penerbit/Publisher: Oxford
Edisi/Edition: 1986
Halaman/Pages: 124
Dimensi/Dimension: 19,5x 13x 1cm
Sampul/Cover: Paperbacks
Bahasa/Language: Inggris
Kategori/Category: Dijual/For Sale
Harga/Price: Rp. 60.000,-
Call No.: 941.082/Jon/L/C.1
Status: Ada/Available



***


In his introductin to this selection of short, confessional reminiscences of childhood, Alan Pryce-Jones says 'Frankly we have called the book Little Innocents because of the extraordinary sophistication of these children. It is not my place to censor, scarcely even to rebuke, but i cannot but say that it seems to be just as well that most of the children never met Elisha on their walks; and of some, that it is a singular sign of  the mercy of  Providence that their nurseries were not laid waste by fire and the sword.'


Wether it is  Lord Alfred Douglas's momment of glory in the Winchester steeplechase, the 'elvin days' of Sylvia Pankhurst, John Berjeman's fear of being 'put in the basket' at Marlborough, or Evelyn Waugh's precocious and sanctimonius piece agains betting, these childhood experience are as delightful as they are vividly recalled, and in providing a rare and fascinating glimpse into the narrato's private life, each reveals a side to their personality not always apparent and often quite unexpected.

ANAK DESA: BIOGRAFI PRESIDEN SOEHARTO, O.G. Roeder

Judul/Title: Anak Desa: Biografi Presiden Soeharto
Penulis/Author: O.G. Roeder
Penerbit/Publisher: Gunung Agung
Edisi/Edition: 1969
Halaman/Pages: 415
Dimensi/Dimension: 14.5 x 21 x 2.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Kategori/Category: Dijual/For Sale
Harga Jual/Sale Price: Call
Call No.: 920/Roe/a/C.1
Status: Ada/Available

***

Buku ini ditulis setelah pengarang bertahun-tahun hidup, belajar dan bekerja sebagai wartawan di Asia Tenggara, terutama di Indonesia.Negara yang terletak di persimpangan jalan Samudra Indonesia dan Pasifik dari waktu  ke waktu telah mendapat perhatian yang lebih besar dari dunia internasional. 
Buku ini bertujuan untuk mengemukakan sebahagian dari sejarah Indonesia sekarang ini-- sejauh yang dikesankan oleh seorang dari 135 juta rakyatnya. Biografi Presiden Soeharto tidak ditulis di suatu studio yang terletak jauh dalam suasana yang santai. Penulisnya tidak menyembunyikan kesukaannya terhadap negara dan rasa hormatnya terhadap orang-orang yang bersangkutan. Ia telah mengikuti dari dekat cara-cara Soeharto semenjak hari-hari yang naas bulan Oktober 1965 sampai sekarang dan selalu berada dekat dengan pribadi yang bersangkutan.

30 TAHUN INDONESIA MERDEKA, Sudharmono S.H

Judul/Title: 30 Tahun Indonesia Merdeka
Penulis/Author: Sudharmono S.H
Penerbit/Publisher: Citra Lamtoro Gung Persada
Edisi/Edition: 1985
Halaman/Pages: 256
Dimensi/Dimension: 21x 26 x 1cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Kategori/Category: Dijual/For Sale
Harga Jual/Sale Price: Call
Call No.: 923.7/Sud/t/C.1
Status: Ada/Available

***


Tiga Dasawarsa Indonesia telah Merdeka!

Waktu 30 tahun cukup lama untuk merenungkan perjalanan sejarah suatu bangsa, karena ada jarak waktu yang cukup untuk meneliti ulang perjalanan sejarah itu dengan sikap yang lebih jujur dan fikiran yang lebih jernih. Sejarah bagi kita bukanlah semata-mata rentetan kenyataan-kenyataan tanpa arti. Sejarah bagi bangsa kita yang sedang membangun adalah juga berarti pasang naik dan pasang surutnya perjoangan, keberhasilan dan kegagalannya, suka dan dukanya. Arti sejarah bagi bangsa kita yang terus membangun adalah juga sumber pengalaman dan pelajaran yang tidak ternilai harganya untuk bekal melanjutkan perjoangan pembangunan di masa datang dalam pergumulan-pergumulan besar-besaran mendekati cita-cita kemerdekaan.

SARINAH; KEWADJIBAN WANITA DALAM PERDJOANGAN REPUBLIK INDONESIA, Ir. Sukarno

Judul/Title: Sarinah; Kewadjiban Wanita dalam Perdjoangan Republik Indonesia
Penulis/Author: Ir. Soekarno
Penerbit/Publisher:
Edisi/Edition:
Halaman/Pages:
Dimensi/Dimension: 14 x 21cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Kategori/Category: Tidak Dijual/ Not For Sale
Call No.: 920/Soe/s/C.1
Status: Ada/Available

***


,,, Banjak sekali pergerakan-pergerakan kita kandas ditengah djalan, oleh karena keadaanja wanita kita".
                                                                                        Gandhi.


,,, Djikalau tidak dengan mereka (wanita), kemenangan ta' mungkin kita tjapai".
                                                                                         Lenin.


,,, Diantara soal-soal perdjoangan jang harus diperhatikan, soal wanita hampir selalu dilupakan".
                                                                                         Kemal Ataturk.

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG, R.A Kartini, Armijn Pane [Pen]

Judul/Title: Habis Gelap Terbitlah Terang, R.A Kartini
Penulis/Author: Armijn Pane [Pen]
Penerbit/Publisher: Balai Pustaka
Edisi/Edition: 1979
Halaman/Pages: 214
Dimensi/Dimension: 15 x 21 x 1cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Kategori/Category: Dijual/For Sale
Harga Jual/Sale Price: Call
Call No.: 923.7/Pan/h/C.1
Status: Ada/Available

***


Nama dan cita-cita Kartini jadi sebutan dan disegani orang. Tiap tahun dalam bulan April, diseluruh negeri ini Kartini diperingati oleh kaum perempuan Bumiputra. *)
Sifat manusia suka mencari sebab, supaya dapat berlaku dengan insaf. Karena itu tiadalah heran jika kita juga merasa wajib menyelidiki apa-apa sebabnya Kartini dimuliakan demikian itu. Dengan mencari sebab-sebabnya itu, tahulah kita nanti bagaimana rupa kehormatan yang ditujukan kepadanya dan di mana tempat Kartini yang sebenarnya.
Jika kita sudah insaf apa-apa sebabnya kita menghormatinya, menjadi lebih teranglah dan jelaslah cita-citanya dan wujud rupa kehormatan kita kepadanya yang sepantasnya, tahulah kita bagaimana sebenarnya memuliakan dia.Tentang diri dan cita-cita seseorang baru dapat kita pahamkan jika sudah kita pelajari apa-apa yang memberi pengaruh kepada orang dan cita-citanya itu. Selamanya ada tiga pasal yang memberi pengaruh itu. Pengaruh nenek moyang yang masuk darah daging, yang turun temurun, pengaruh pengalaman sendiri, pengaruh masyarakat tentang orang itu hidup.

*) panggilan Belanda pada bangsa Indonesia

TIGA SAUDARA; KARTINI, KARDINAH, ROEKMINI, Kardinah Reksonegoro

Judul/Title: Tiga Saudara; Kartini, Kardinah, Roekmini
Penulis/Author: Kardinah Reksonegoro
Penerbit/Publisher: Pemda Kab. Rembang
Edisi/Edition: 1958
Halaman/Pages: 78
Dimensi/Dimension: 15 x 20 x 0.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Kategori/Category: Dijual/For Sale
Harga Jual/Sale Price: Call
Call No.: 959.82/Rek/t/C.1
Status: Ada/Available

***


Kepada almarhum Bakyu (kakak) Kartini, untuk peringatan mengenai Tiga Saudara (Het Klaverblad van Jepara), ketika bersama-sama hidup mulai muda sampai dewasa, lalu berpisah karena kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.
Semua yang tersebut dalam buku ini meriwayatkan mudanya "Tiga Saudara" yakni: Kartini, Kardinah dan Roekmini ketika bersama-sama hidup berkumpul menjadi satu dalam rumah Kabupaten Jepara bersama-sama bermain nakal dan takut kalau-kalau dimarahi oleh Ayah Bunda, sehingga bertambah umurnya dan mempunyai gagasan dewasa, dapat merasakan semua yang didengar dan dilihatnya, lebih-lebih suara dunia ramai dengan maksud mudah-mudahan dapat membantu kemajuan saudara-saudara yang masih tertindas, teristimewa saudara-saudara wanita yang sama sekali belum mempunyai kemajuan dan pengetahuan.Bakyu (kakanda), semua yang menjadi cita-cita Tiga Saudara, adinda Roekmini dan Kardinah selalu melanjutkannya. Begitu juga adiknya yang pada waktu kecil. Semua kami laksanakan dimana kami ditakdirkan hidup bersama dengan suami sampai pulang ke rakhmatullah. Sayang sekali maka Kanda Roekmini oleh kehendak Tuhan mendahului pulang ke negeri yang baka.


Kardinah Rekso Negoro

ANAK INDONESIA DAN PAK HARTO, G. Dwipayana & S.Sinansari Ecip

Judul/Title: Anak Indonesia dan Pak Harto
Penulis/Author: G. Dwipayana & S. Sinasari Ecip
Penerbit/Publisher: Citra Lamtoro Gung Persada
Edisi/Edition: 1991
Halaman/Pages: 248
Dimensi/Dimension: 13.5 x 21.5 x 1.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Kategori/Category: Dijual/For Sale
Harga Jual/Sale Price: Rp. 70.000
Call No.: 920/Dwi/a/C.1
Status: Ada/Available

***


Dalam lima tahun terakhir ini (1984-1989) lebih 43 ribu pucuk surat anak-anak Indonesia diterima oleh Presiden Soeharto. Isinya, tulisannya, gayanya sangat menarik. Adalah sayang jika surat-surat tersebut tidak dibaca oleh anak-anak/orang-orang yang lain tetapi mustahil pula jika kesemuanya diterbitkan. Oleh karena itu, meskipun sulit, dilakukan pemilihan diantaranya. Pedoman pemilihannya adalah isinya mewakili hal-hal yang unik, ada human interest, ada pendapat/saran, ada kritik, penyampaiannya yang jujur, dll.
Mereka sederhana, akrab mengemukakan pikirannya, seolah-olah Presiden Soeharto adalah bapaknya sendiri, kakeknya, kakaknya, atau teman sepermainannya bahkan ada yang memanggil dengan sebutan "Anda". Gaya bahasanya juga mencerminkan hal itu. Sebagian suratnya dimulai dengan kalimat, "Halo, Pak Harto, apa kabar? Baik-baik saja bukan?" Penutupnya juga menarik dan segar, "empat kali empat sama dengan enam belas, sempat tidak sempat harus dibalas". Ada pula yang memberi catatan tambahan di bagian bawah, "kalau nggak balas, Bapak beda-bedain."Seorang anak bisa menceritakan riwayat hidupnya yang sebatang kara dengan tulisan tangan yang gemetar waktu menuliskannya. Seorang anak yang lain ingin desanya memiliki listrik. Yang lain lagi melaporkan bahwa kolam di kota kecil sudah berlumut. Keinginan mendapat foto keluarga yang ada tanda tangan Pak Harto memang paling banyak tetapi permintaan lain seperti sepeda, sepatu, buku, uang untuk membayar sekolah atau bus, cukup banyak juga bahkan ada yang meminta kaca mata, piano, dll. Ada juga yang berani mengkritik bahasa lisan Presiden.

SURAT-SURAT KARTINI, Sulastin Sutrisno [Pen]

Judul/Title: Surat-Surat Kartini; Renungan tentang dan untuk bangsanya
Penulis/Author: Sulastin Sutrisno [Pen]
Penerbit/Publisher: Djambatan
Edisi/Edition: 1981
Halaman/Pages: 406
Dimensi/Dimension: 14 x 21 x 2cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Kategori/Category: Dijual/For Sale
Harga Jual/Sale Price: Call
Call No.: 920/Sut/s/C.1
Status: Ada/Available

***


"Surat-Surat Kartini" ini adalah terjemahan dari buku "DOOR DUISTERNIS TOT LICHT" yang merupakan kumpulan surat R.A. Kartini kepada teman-temannya terutama orang-orang Belanda. Kumpulan surat ini pertama kali diterbitkan Mr. J.H. Abendanon pada tahun 1911.
Di beberapa surat terdapat bagian-bagian yang sama, karena surat-surat ini ditujukan kepada beberapa orang. Bagian-bagian yang sama itu menunjukkan kegembiraan, keprihatinan dan perhatian besar Kartini terhadap persoalan yang diulang-ulang. Karena itu semua surat diterjemahkan lengkap. Dengan demikian lebih mudahlah dapat diikuti apa yang dengan gigih diperjuangkan atau ingin dilaksanakan Kartini. Dan dengan demikian, dapat pula diikuti perkembangan jiwa gadis berumur 20 tahun yang mulai mencurahkan pikirannya tentang dan untuk bangsanya itu sampai menjadi seorang ibu berumur 25 tahunDisamping surat-surat Kartini, dalam terjemahan ini disertakan lampiran-lampiran untuk menambah pengertian yang lebih jelas mengenai beberapa peristiwa dalam surat-surat itu.

JEPANG PURBA, Jonathan Norton Leonard

Judul/Title: Jepang Purba
Penulis/Author: Jonathan Norton Leonard
Penerbit/Publisher: Tira Pustaka Jakarta
Edisi/Edition: 1983
Halaman/Pages: 191
Dimensi/Dimension: 22 x 27 x 1cm
Sampul/Cover: Hardcover
Bahasa/Language: Indonesia
Kategori/Category: Sewa, Jual/Rent, Sale
Harga Jual/Sale Price: Rp. 120.000,-
Call No.: 959.7/Leo/j/C.1
Status: Ada/Available

***
Sejak zaman paling awal, bagi kebanyakan orang Barat Jepang tampak sebagai negeri jauh dengan penghuninya suatu bangsa yang belum mereka kenal. Bahkan dalam dunia yang kini terasa mengecil, teka-teki itu sebagian besar tetap ada: sebuah negeri dengan tradisi perang yang kuat namun mahir dalam seni penciptaan kedamaian, dalam bidang produksi dan perdagangan; sebuah Negeri Timur yang industrinya didasarkan pada teknologi Barat yang maju; suatu bangsa yang suka meniru tetapi disamping itu juga sangat tinggi daya ciptanya; sebuah negeri bahari yang penduduknya hampir secara keagamaan bersatu dengan tanahnya.

MENGGALI API REVOLUSI DARI 11 AMANAT BUNG KARNO, Hadji Ahmad Notosoetardjo

Judul/Title: Menggali Api Revolusi dari 11 Amanat Bung Karno
Penulis/Author: Hadji Ahmad Notosoetardjo
Penerbit/Publisher: LP3ESEdisi/Edition: 1964
Halaman/Pages: 294
Dimensi/Dimension: 15 x 21.5 x 2cm
Sampul/Cover: Hardcover
Bahasa/Language: Indonesia
Kategori/Category: Dijual/For Sale
Harga Jual/Sale Price: Call
Call No.: 920/Not/m/C.1
Status: Ada/Available

***

Bung Karno telah berkata:
"REVOLUSI NASIONAL KITA MEMANG BELUM SELESAI. SEMOGA TIDAK SEORANGPUN DARI BANGSA INDONESIA MELUPAKAN HAL INI."

Kalau terang bahwa revolusi kita belum selesai, maka kiranja patutlah ditiap dada manusia Indonesia itu bersemajam satu kesadaran djiwa persatuan, dan menghindarkan dan membuang djauh segala tabeat jang hendak "meniadakan orang-orang jang telah turut berdjasa dalam revolusi lapas apakah djasanya besar atau ketjil.
Tidak pantaslah kalau kita jang sedang ber-Revolusi ini, terdapat pendirian, malahan berdjurus ke usaha untuk melupakan orang jang telah turut menanam benih Revolusi ini.
Pak Badu jang telah berani meninggalkan rumahnja dan turut mengungsi, dia adalah insan Indonesia jang telah turut berdjasa dalam Revolusi. Mbok Minah jang telah berani menghentikan dagangan petjelnja karena tidak terdjaminnja keamanan baginja adalah wanita jang turut berdjasa dalam Revolusi. Mereka si ketjil ini terdaftar sebagai ahli waris mereka termasuk orang jang turut mewariskan Revolusi ini.
Oleh karena itu, kalau Indonesia sudah mulai meningkat berada di Atas, dan orang-orang jang diberi kuasa untuk meneruskan pelaksanaan apa jang telah dihasilkan oleh Revolusi ini kemudian pada lupa daratan, adalah benar-benar sangat disesalkan.

Bung Karno telah berkata:
"DJADILAH ABDINJA RAKJAT. DAN JANGAN BEDIL-BEDIL JANG ENGKAU MILIKI DIARAHKAN KEPADA RAKJATMU SENDIRI."
Kalimat pendek ini sungguh dalam artinja untuk memperoleh kesadaran dan keinsjafan itu.