Showing posts with label Sastra | Literature. Show all posts
Showing posts with label Sastra | Literature. Show all posts

Bibliografi Bahasa & Kesusastraan Indonesia dan Daerah 1945 - 1988


Judul/Title: Bibliografi Bahasa & Kesusastraan Indonesia dan Daerah 1945 - 1988
Penulis/Author: Yayasan Idayu
Penerbit/Publisher: CV Haji Masagung
Edisi/Edition: Cetakan Pertama, 1988
Halaman/Pages: 235
Dimensi/Dimension: 21 x 14.5 x 1cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Kondisi/Condition: 2nd Hand, Halaman Lengkap
Harga/Price: Rp. 76.000
Call No.: 010/Yay/b
Lokasi/Location: Jakarta
Status: Tersedia/Available

***

Bibliografi ini memuat daftar buku tentang bahasa dan kesusastraan Indonesia dan daerah yang terbit di Indonesia sejak tahun 1945 sampai tahun 1988. Dalam penyusunannya, bibliografi ini dibagi atas dua bagian. Bagian pertama memuat daftar buku tentang hal tersebut di atas, sedangkan bagian kedua khusus memuat daftar kamus. Maing-masing bagian disusun menurut abjad nama pengarang.

Bibliografi ini dilengkapi dengan indeks subyek yang disusun menurut abjad subyek. Pada setiap kelompok subyek dimuat nama pengarang dan judul buku yang ditulisnya. Ini pun disusun menurut abjad nama pengarang.

Sugih Tanpa Banda: Mangan Ora Mangan Kumpul, Umar Kayam

Judul/Title: Sugih Tanpa Banda: Mangan Ora Mangan Kumpul
Penulis/Author: Umar Kayam
Penerbit/Publisher: Pustaka Utama Grafiti
Edisi/Edition: I, 1994
Halaman/Pages: 428
Dimensi/Dimension: 14.5 x 21 x 1.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Harga/Price: Rp. 80.000,-
Kondisi/Condition: Second Hand, Halaman Lengkap/Pages Complete
Call No.: 814/Kay/s/C.1
Lokasi/Location: Jakarta
Status: Terjual/Sold

***
Ingat Mangan Ora Mangan Kumpul, Sketsa-Sketsa Umar Kayam? Dalam Buku Kedua ini Umar Kayam masih lincah meloncat dari satu tema ke tema lain tanpa meninggalkan gaya penulisannya yang kenyal dan segar-menggelitik. Konsisten dengan warna lokal Jawa yang pekat, ia tidak sampai tergelincir pada kepicikan sikap primordial.

Kumpulan tulisan Kayam yang sarat kritik sosial ini secara keseluruhan tampak sebagai ironi. "Ia menampilkan masalah, menyindirnya, dan sekaligus menyindir semua pihak yang membicarakan maupun yang mencoba memecahkannya ... Namun ia tidak menjadi liar, tidak asal lain, tidak seperti yang dituduhkannya terhadap pascamodernisme." tulis Sapardi Djoko Damono.

Nekrassov, Jean-Paul Satre


Judul/Title: Nekrassov
Penulis/Author: Jean-Paul Sartre
Penerbit/Publisher: Gallimard
Edisi/Edition: 1956
Halaman/Pages: 309
Dimensi/Dimension: 17.8 x 10.5 x 1.5 cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Prancis/French
Kondisi/Condition: Second Hand, Halaman Lengkap/Complete Pages
Harga Jual/Price: Rp. 75.000,-
Call No.: 842/Sar/n
Lokasi/Location: Jakarta
Status: Tersedia/Available

***

Un escroc, Georges de Valera, traqué par la police, se réfugie un soir chez Sibilot, journaliste à Soir à Paris. Sibilot, chargé de la rubrique sur l’anticommunisme, est à court d’idées. Son directeur, Palotin, l’a sommé de trouver du nouveau, car le conseil d’administration est mécontent: depuis quelque temps Soir à Paris se relâche. Sibilot sera chasse s’il ne trouve pas l’idée astucieuse que la situation exige: les elections de Seine-et-Oise approchent.

Cette idée neuve nâit dans l’esprit inventif de Valera. A vrai dire elle n’est pa si neuve que ça, mais il saura la mettre au gout du jour. Nekrassov, minister soviétique en exercise, n’a pas paru à l’Opéra de Moscou le mardi precedent [il se repose en Crimée]. Valera sera Nekrassov en fuite à Paris. Il aura choisi la liberté. Et ses souvenirs, il les vendra très cher.

Voici déchaînée alors la machine à faire la guerre froide. Soir à Paris.triple son triage. Nekrassov, au jour le jour ajoute à ses révélations sensationnelles des revelations plus sensationnelles encore. Il croit sa fortune assure, mais n’est en fait qu’un instrument. Il sera rejeté le jour où il ne sera plus utile. Déjà son étoile est en baisse. Lui ou un autre…

Farce, satire, la pièce de Jean-Paul Sartre est pleine de traits féroces; elle surprend par ses rebondissements. “Que la guerre s’éloigne, dit Palotin, mais pas de la UNE” Cetter réplique donne le ton de Nekrassov. C’est le “grand ton” du theatre.

Show Your Tongue, Günter Grass

Judul/Title: Show Your Tongue
Penulis/Author: Günter Grass
Penerbit/Publisher: Helen and Kurt Wolff Book
Edisi/Edition: 1989
Halaman/Pages: 224
Dimensi/Dimension: 27.9  x 19 x 2 cm
Sampul/Cover: Hardcover
Bahasa/Language: English
Kondisi/Condition: Second Hand, Halaman Lengkap/Pages Complete
Harga Jual/Price: Rp. 199.000,-
Lokasi/Location: Jakarta
Call No.: 838/Gra/s
Status: Tersedia/Available

***

Günter Grass and his wife, Ute, spent six months, From August 1987 to January class quarters, in two suburbs, amid the crowding, the noise, the unmitigated heat and humidity, the dirt. They took only brief excursions to other parts of the country, and to Bangladesh.

Thoughout, Grass kept a diary in words and drawing that record everyday sights; slums ringed by mountains of garbage; rats scurrying underfoot, crows and vultures flapping close overhead; hundreds of children gathering sticks and breaking off branches for firewood -- which is why nothing grows again, except children. Families, pavement dwellers they are called, sleep on sidewalks, along walls, each sleeping a different sleep. Young men sit on their haunches, in their faces the resigned anxiety, the concentrated gravity of those no longer have anything to wait for. People are starving, dying in apathy. "Ignore the misery," Write Grass. "Customs invites you to ingnore it."

CITRARESMI RIWAYAT MENYAYAT PERANG BUBAT, Eddy D. Iskandar

Judul/Title: Citraresmi Riwayat Menyayat Perang Bubat
Penulis/Author: Eddy D. Iskandar
Penerbit/Publisher: Kiblat
Edisi/Edition: 2007
Halaman/Pages: 87
Dimensi/Dimension: 15x 21 x 0.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Kondisi: Baru/New
Harga/Sale: Rp. 35.000,-
Call No.: 813/Isk/c/C.1
Status: Terjual/Sold

***

Setiap kali mendengar nama Citaresmi, atau kadang-kadang disebut juga pitaloka, hati saya seperti diiris sembilu. Betapa tidak, Citraresmi adalah seorang putri raja yang begitu hebat dalam menegakkan martabat dan harga diri, yang bukan untuk kepentingan dirinya saja melainkan demi nama baik orang Sunda sepanjang masa, meskipun jalan hidup yang terpaksa ditempuhnya teramat memilukan. Ya, teramat memilukan, sehingga bisa membuat air mata menitik, manakala kita mendengar kisahnya.




Peristiwa tragis yang menimpa Citraresmi terjadi sekitar tujuh abad yang lampau. Ia puteri Sunda dari Kerajaan Galuh yang gugur di Tegal Bubat, karena tekadnya untuk mempertahankan harga diri. Kisahnya itu diungkap dalam beberapa naskah kuno, yang diantaranya justru bukan ditulis oleh orang Sunda. Naskah Kidung Sundayana misalnya, yang ditulis dalam bahasa Jawa Kuno, serta ditemukan di Bali, bertutur cukup lengkap mengenai kisah memilukan yang dialami Citraresmi.